KUTA CANE – // Jurnalis.online // Banjir bandang terjadi di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kesaksian warga menyebut situasi saat kejadian sangat mengerikan, melainkan air, turut juga tanah dan kayu besar.
Pantauan di lokasi, Tiga desa terkena banjir bandang di kecamatan Semadam diantaranya, Kampung Baru, Kute Seri dan Pasar Puntung, satu diantaranya dampak banjir bandang paling parah yaitu desa Kampung Baru kecamatan setempat, tercatat ada beberapa rumah yang dimasuki lumpur dan kayu-kayu besar, bahkan Satu Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Titi Pasir, Kecamatan Semadam lumpuh total sehingga Siswa – siswi harus diliburkan.
Hingga siang hari ini warga pun beraktivitas membersihkan sisa – sisa banjir. Bahkan kendaraan bermotor hingga mobil pun harus diarahkan lewat rute yang lain.
Salah seorang warga Kampung Baru mengatakan, hujan lebat mengguyur daerahnya sekira pukul 09.30 Wib serta malam hujan terus sampai sekira pukul 10 : 12.00 Wib. Ada suara brakk begitu, saya keluar ternyata (rumah) Air sudah masuk ke dapur semua,” terangnya, saat ditemui di lokasi, Kamis (03/10/2024).
Ia pun menyebut, kejadian banjir tersebut sempat membuat dirinya panik, dimana melihat rumahnya tiba – tiba sudah dimasuki air dan lumpur, bahkan ada juga kayu – kayu yang terdampar di depan rumah.
Dalam hal ini, sekira pukul 10:40 Wib malam, Muhammad Salim Fakhri, Anggota DPRI periode 2019 – 2024, yang juga saat ini menjadi Calon Bupati Aceh Tenggara yang berpasangan dengan Dr Heri Al Hilal dengan julukan (SAH), menurunkan satu unit alat berat jenis Excavator, guna membersihkan saluran air yang tersumbat dan membersihkan ruas jalan yang tertimbun oleh lumpur dan batu besar dan kayu – kayu besar juga.
Saat awak media melakukan konfirmasi terhadap Salim Fakhri mengenai keberadaan alat berat yang ia turunkan ke lokasi banjir, “Salim Fakhri mengatakan, kalau alat berat itu memang benar miliknya, dan sebagai rasa prihatin dan rasa peduli saya terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang, semua untuk kebutuhan alat berat tersebut, tidak ada kita pungut apapun dari warga setempat, itu saya lakukan benar-benar sebagai rasa prihatin saya terhadap masyarakat setempat,” jelasnya pada awak media melalui panggilan telepon via Aplikasi WhatsApp.
Ketika awak media minta tanggapan terhadap Kepala Dinas Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, (Hasbi) Mengenai musibah Banjir di kecamatan Semadam, pihak BPBD juga sudah menurun kan satu alat berat jenis Excavator tadi malam, mengingat karena lokasi tempat banjir begitu sempit, karena sudah adanya alat berat yang sudah bekerja disana, jadi pihak kami membawa pulang alat berat tersebut. Guna memperlancar kegiatan disitu, karena lokasinya sempit tidak muat dua alat berat beroperasi disana,” jelas Hasbi selaku Kadis BPBD Aceh Tenggara melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp.
Lebih lanjut Hasbi menjelaskan, untuk siang hari ini, tinggal membersihkan ruas jalan dan beberapa rumah yang memang benar-benar dimasuki lumpur dan kayu.
Dari pantauan awak media dilokasi banjir sekira pukul 11 : 14 Wib siang tadi, terlihat warga setempat masing-masing membersihkan rumahnya, bahkan terlihat ada Satu unit alat berat Excavator dan satu unit excavator mini juga yang sedang membersihkan jalan, bahkan dalam pembersihan tersebut, turut serta banyak pihak, seperti pihak dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD), yang benar-benar ikut serta dalam pembersihan tersebut, bahkan membawa peralatan seadanya seperti Cangkol.
Mengingat jalan Kuta Cane – Medan masih belum bisa dilalui oleh kendaraan bermotor dan mobil, maka jalan rute Kuta Cane -Medan, harus dialihkan melalui jalan menuju ke Lapangan Pesawat Alas Leuser Antara (ALA), demi mencegah kemacetan jalan, Kasat Lantas Polres Aceh Tenggara (Iptu Iwan Pelis), memboyong personil nya untuk turun kelokasi banjir bandang untuk mengatur arus lalulintas.
Iptu Iwan Pelis menjelaskan, “Saya dan rekan – rekan yang lain, dari polres Agara, sudah berada dilokasi sejak pukul 8:15 wib sejak tadi pagi, untuk mengatur arus lalulintas,” jelasnya.
Liputan : Angah Selian










