Demi Kemajuan Puskesmas Leuser, Tokoh Masyarakat Minta APH Lakukan Investigasi

banner 120x600
banner 468x60

Kutacane, –

Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Lueser, yang pernah sempat bermukim di kecamatan setempat (SF) , ia, menyerukan Aparat Penegak Hukum (APH) serta lembaga penegak hukum lainnya untuk turun tangan menginvestigasi dugaan penyimpangan Dana BOK dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di Puskesmas Leuser, kabupaten Aceh Tenggara, untuk tahun 2024 – 2025.

Seruan itu disampaikan SF pada awak media Jurnalis.Online, di salah satu warung kopi yang ada di kecamatan Babul Makmur, kabupaten Aceh Tenggara, pada Sabtu (15/11).

Dalam pembicaraannya, SF mengungkapkan kekhawatirannya melihat kondisi Puskesmas Leuser yang dinilainya tidak mengalami perbaikan signifikan meski dana Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK), dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sudah digelontorkan dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.

Namun menurutnya, berbagai aspek baik pembangunan dan pelayanan di Puskesmas setempat masih jauh dari harapan. Hal itulah yang membuatnya mendesak lembaga hukum untuk mengambil langkah investigasi.

“Takut ada yang korupsi. Siapa yang menyikat Dana BOK dan JKN Puskesmas tersebut sehingga diduga tak berbenah dan tidak berubah. Mohon APH dan lembaga-lembaga hukum lakukan investigasi, siapa tahu ada korupsi,” ujarnya dalam pembicaraannya dengan awak media tersebut.

Ia menilai transparansi serta pengawasan terhadap penggunaan dana BOK dan JKN harus diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang merugikan masyarakat.

Lebih lanjut, dalam amatan SF, ada terjadi dugaan dalam pengelolaan dana JKN tak sesuai dengan Juknisnya, dimana harusnya dana JKN tersebut digunakan untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya oprasional maupun yang lainnya. “Diduga honor jasa medis yang diberikan oleh pihak Puskesmas kepada perawat medis dan dokter jumlah tidak sesuai, begitu juga dengan biaya transportasi lapangan ke desa,” ungkap SF.

Hingga berita ini diterbitkan, meski awak media sudah melakukan konfirmasi terhadap Kepala Puskesmas (Kapus), Leuser, melalui panggilan via aplikasi Whatsapp, meski berdering (masuk), Evi Yustina, selaku Kepala Puskesmas terkesan hanya mengabaikannya saja, tak sampai di situ, ketika awak media mengirim pesan WhatsApp, sudah berceklis dua (sudah dibaca), tetap masih terlihat Kapus Leuser bungkam tak bisa memberikan tanggapannya.

 

 

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol