PPTK 35 BPJN Diduga Biarkan Tanah Menempel Di Jalan, Sekitar 60 Hingga 70 Orang Warga Korban Banjir Terserang Penyakit

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, “Dahrinsyah”, tuding Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), tutup mata dalam penanganan pembersihan tanah yang menempel di sepanjang jalan di Kecamatan Ketambe, akibat lumpur dan banjir pada Kamis 27/11/2025, yang lalu.

Tudingan tersebut bukan tidak mendasar, dimana dari pantauan kami di lokasi banjir dan longsor, khususnya di daerah kecamatan ketambe, kabupaten Aceh Tenggara, masih terpantau banyaknya tanah dan pasir menempel di sepanjang jalan, sehingga membuat debu meluap saat kita melintas jalan tersebut, tegas Dahrinsyah pada media ini, Selasa (16/12).

Saat sekarang ini, sudah memasuki hari ke-20 pascabanjir bandang yang menerjang Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara, namun jalan Nasional masih bertebaran debu, hal itu dikarenakan jalan Nasional masih menempel tanah atau material lumpur yang terbawa saat banjir bandang terjadi akhir November 2025.
Akibatnya korban banjir bandang mulai terserang penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gatal-gatal, diare, dan asam lambung.

Dahrinsyah menambahkan, jika hal ini masih dibiarkan oleh pihak BPJN, tidak tutup kemungkinan warga semakin mudah diserang banyak penyakit, jadi buat BPJN jangan menganggap sepele dalam hal ini, tutupnya.

Tempat terpisah, Kepala Puskesmas (Kapus), Jambur Lak-Lak, kecamatan Ketambe, saat ditemui di Posko kesehatan, Nelly Afni SKM, menjelaskan pada media ini, ada 60 hingga 70 orang korban banjir yang berobat setiap harinya, terkait penyakit yang dialami, seperti sakit ISPA, gatal-gatal dan sakit lainnya,” Jelasnya pada Selasa (16/12).

Lebih lanjut, Nelly Afni SKM menyebutkan, untuk Kecamatan Ketambe ada lima posko kesehatan yang dibuka yakni di Desa Bener Bepapah, Desa Leuser, Desa Ketambe, Desa Simpur Jaya dan Desa Lak-Lak, untuk itu kami selalu siagakan dua mobil Ambulance, dan empat orang Dokter di lokasi Posko kesehatan, sedangkan untuk obat-obatan Alhamdulillah masih mencukupi. Sejauh ini, ada juga beberapa pasien korban banjir bandang yang dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane, dikarena sakit bawaan,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, saat awak media Jurnalis.Online, melakukan konfirmasi pada PPTK 35 BPJN, “Jayadi Yuliadi”, melalui sambungan telepon via Whatsapp, hingga berita ini ditayangkan, Jayadi tidak dapat dikonfirmasi.

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol