Aceh Tenggara, –
Gerak cepat Camat “Miftahul Khairi, S. STP, MAP”,saat menangani korban banjir yang melanda Kecamatan Ketambe, Kamis (27/11), memang layak diapresiasi.
Pasalnya, ia selalu turun langsung memantau kondisi masyarakatnya yang terkepung banjir bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) , seperti Kapolsek dan stakeholder lainnya, bahkan keseringan terkadang sendirian. Demikian pula pasca banjir, Miftahul Khairi turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dialami warga.
Miftahul Khairi, ingin melihat lansung derita yang dialami masyarakat di kecamatan Ketambe, mendengar keluh kesah warganya yang terkena dampak banjir.
“Ini kami lakukan, karena kami teringat pesan washy Rasulullah saw., Imam Ali Ra., bahwa pemimpin itu harus berbicara dengan bahasa rakyat, mendengarkan dengan telinga rakyat dan melihat dengan mata rakyat,” kata Miftahul kepada media Jurnalis.Online, Sabtu (20/12/2025).
“Setelah mengetahui kondisi warga, kami meminta bantuan dari Dinas Sosial, Kabupaten Aceh Tenggara, dan Alhamdulillah bantuan cepat datang dan kami serahkan langsung ke warga yang terkena dampak banjir,” ungkapnya.
Terkait warga yang terdampak banjir, Miftahul mengungkap, untuk Kecamatan Ketambe, ada 25 Desa, dan ada 13 desa yang mengalami terdampak banjir, diantaranya;
1. Desa Benar Berpapah
2. Desa Lawe Penanggalan
3. Desa Jati Sara
4. Desa Jambur Lalak
5. Desa Leuser
6. Bukit Baru
7. Ketambe
8. Desa Simpur Jaya
9. Desa Rumah Bundar
10. Desa Kati Maju
11. Desa Penungkunen
12. Desa Aunan, dan
13. Desa Aunan Sepakat.
Lebih lanjut Miftahul Khairi menjelaskan, ” “Untuk warga yang terdampak, ada 644 KK terdiri dari 2.244 Jiwa, untuk pengungsi ada 301 KK terdiri dari 1.074 jiwa, untuk korban Jiwa ada 1 orang yang hilang, luka-luka 11 orang, meninggal dunia 13 orang. Sedangkan kerusakan rumah, ada 301 KK rusak berat, rusak sedang 89, dan untuk rusak ringan 236,” tambahnya.
Miftahul Khairi juga menyebutkan, “Warga yang terdampak terdiri dari 953 Laki-laki, 848 Perempuan, sedangkan untuk katagori Balita ada 121 orang, Ibu hamil 7 orang, Lansia 54 orang, Disabilitas AS 4 orang, anak SD 264 orang, SMP 120 orang, sedangkan SMA 112 orang, untuk hewan ternak, sapi ada 6 ekor yang mati dan kerbau ada 6 ekor, sedangkan untuk kerusakan lahan ada 62Ha,” jelasnya sambil mengakhiri.
Tempat terpisah, “Nelly Afni SKM”, selaku kepala Puskesmas (Kapus), Jambur Lak-Lak, saat ditemui awak media ini di lokasi Posko Kesehatan, iya juga menyebutkan, Camat Kecamatan Ketambe, “Miftahul Khairi memang sangat aktif turun ke lokasi banjir, bahkan sejak awal banjir Kamis (27/11/2025) yang lalu, hingga sudah 20 hari pasca banjir ini, camat selalu ada dilapangan, tanpa mengenal lelah, bahkan terkadang siang malam camat turun ke lokasi banjir ini, karna saya juga selalu berada di Posko kesehatan ini, jadi kami sering ketemu,” jelasnya dengan tegas.
“Saya lihat, Miftahul turun langsung ke lapangan dan stakeholder terkait. Dia berdialog dengan warga dan mendengarkan keluh kesah mereka,” Itu pak camat lakukan bukan disatu satu Desa, tapi keseluruh Desa yang terdampak banjir di kecamatan Ketambe ini, setiap hari camat Miftahul Khairi datang ke lokasi dan merangkul tokoh masyarakat dan stakeholder terkait,” jelasnya.
“Beberapa tokoh masyarakat kecamatan Ketambe, dan didampingi para warga saat ditemui di lokasi posko pengungsian, mereka sangat terharu dan merasa sangat diperhatikan oleh Camat Ketambe, Miftahul Khairi, selalu hadir di tengah-tengah kami sepanjang banjir bandang, hal ini sangat membuat kami merasa bahagia meski sedang dilanda banjir, sosok Camat yang benar-benar sangat perihatin terhadap duka yang sangat mendalam kami rasakan saat ini,” jelas warga.
“Camat kami selalu ada, terkadang kami diajak bercerita sambil membersihkan sampah-sampah akibat terbawa arus sungai yang melanda rumah kami, hal ini membuat kami merasa benar-benar mempunyai pemimpin yang memikirkan kami selaku warganya,” pungkas warga.
Liputan// Angah Selian.










