BBM Selalu Ada Di SPBU, Warga Menjerit Mendapatkannya

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Dibalik musibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, kembali lagi warga mengalami musibah susahnya mendapatkan BBM jenis Pertalite dan solar, Selasa (9/12).

Dari pantauan awak media, ke 4 SPBU yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, selalu beroperasi setiap harinya, namun kita sangat miris melihat warga yang selalu antrian panjang di setiap SPBU, bahkan rela seharian berantrian demi mendapatkan BBM dari SPBU. Satu hal yang kita sorot dalam antrian yang sempat membuat warga merasa kecewa, ketika sudah lama mengikuti antrian panjang tiba-tiba BBM habis di SPBU, bahkan membuat hati warga kecewa dan merasa kesal.

Beberapa warga yang antrian, salah satunya Kadiman, kini mulai mengeluh atas hal ini, “Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, agar pemda setempat dapat memikirkan nasib warganya yang begitu susahnya mendapatkan BBM dari SPBU, dampak BBM yang susah kami dapatkan seperti saat ini, dapat mendongkrak mahalnya harga barang di pasaran, dimana tidak, pedagang selalu menyebutkan BBM naik,” tegasnya pada media ini, Selasa (9/12), saat ditemui dilokasi antrian panjang.

Dimin seorang pedagang sayur keliling juga mengeluhkan hal ini, ia menjelaskan pada awak media Jurnalis.Online, saat ditemui dilokasi antrian, tepatnya di SPBU Lawe Kihing, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, ia menyebutkan, akibat susahnya mendapatkan BBM dari SPBU, “Saya harus berantrian panjang dulu, hingga memakan waktu berjam-jam lamanya, sehingga membuat waktu untuk berdagang hilang di tempat antrain, jika tidak membeli BBM dari SPBU, artinya saya harus membeli BBM dari para pengencer, yang harganya sangat mencekik leher, bahkan per liternya harus saya tebus dengan harga Rp25.000., bahkan dulu sampai juga dengan harga Rp30.000., per liternya, artinya jika saya beli di eceran, hasil dagangan saya tidak ada mendapatkan keuntungan apapun lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Dimin menjelaskan, “Kami minta pada Aprat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Aceh Tenggara, untuk dapat melakukan penyelidikan yang tegas untuk menyikapi hal ini, dari amatan kami, begitu rutinnya SPBU beroperasi, namun tidak pernah sekalipun tidak antri, selalu antrian panjang, jadi besar asumsi kami, ada para tengkulak urusan BBM ini, jadi tolong APH bisa bertindak tegas dan bisa melakukan sebuah tindakan terkait BBM Ini,” pungkasnya.

“Saya harap APH dapat secepatnya untuk membuka CCTV yang ada di setiap SPBU yang ada di Aceh Tenggara, kami yakin setelah CCTV di buka dan di saksikan secara terbuka nantinya, ada petunjuk yang bisa ditemui dampak dari panjangnya antrian di setiap SPBU untuk mendapatkan BBM,” tutupnya.

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol