Kutacane, –
Dinas Sosial (Dinsos), Kabupaten Aceh Tenggara, menyalurkan bantuan jenis nasi bungkus pada musibah banjir yang ada di posko pengungsian di Aceh Tenggara.
Hal ini terucap ketika awak media Jurnalis.Online, melakukan konfirmasi pada kepala Dinas Sosial (Kadis Dinsos), “Bahagia Wati” melalui sambungan telpon via aplikasi whatsapp, pada Minggu (30/11/2025).
Bahagia Wati menyebutkan, “Untuk pendistribusian bantuan terhadap korban banjir dan banjir bandang, yang melanda kabupaten Aceh Tenggara, kami telah menyalurkan bantuan sejak 26 November 2025, dan sesuai dalam SK hingga 7 Desember 2025 nanti, namun kita tetap melihat situasi kedepan juga nantinya, bila harus diperpanjang, kita tetap mengikuti perintah dari atasan juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ” Untuk dapur umum, kita tidak ada mendirikan di posko pengungsian, hanya saja kita melakukan memasak di kantor dinas sosial Aceh Tenggara, yang dilakukan oleh Tagana, dan bekerjasama dengan dinas sosial untuk memasak, dalam hal penyaluran makanan tersebut, pihak kami telah mengantar langsung ke lokasi posko pengungsian, seperti di Kecamatan Tanoh Alas, Daru Hasanah, dan kecamatan Ketambe, sebelumnya kecamatan Lawe Sigala-Gala juga, buat saat ini untuk kecamatan Lawe Sigala-Gala sudah tidak lagi, sedangkan untuk Benar berpapah, pihak kami hanya bisa mengantar sampai ke desa Lawe mengkudu, kecamatan ketambe, dimana ruas jalan menuju kesan belum bisa dilalui oleh kendaraan, hingga kepala desa sudah menunggu disana, dan kepala desa yang membawa ke lokasi posko pengungsian,” pungkasnya.
Bahagia Wati menambahkan, pihak Dinsos menyalurkan sekira 2000 nasi bungkus untuk setiap harinya, dimana dalam satu hari, kami menyalurkan bantuan makanan sebanyak dua kali dalam satu hari, untuk kecamatan Tanoh Alas, sebanyak 512 bungkus untuk sekali makan, Bener dipapah sekira 200 bungkus, dan untuk darul hasanah 150 bungkus untuk sekali makan, jadi perhari pihak kami menyalurkan makanan lebih kurang 2000 nasi bungkus, dalam penyaluran ini, langsung kami antar kelokasi posko pengungsian.
Dari pantauan awak media Jurnalis.Online, dilapangan, dengan didirikannya satu dapur umum untuk korban banjir, itupun di didirikan di wilayah kantor Dinas Sosial, Aceh Tenggara, hal ini terkesan kurang maxsimal untuk cuper makan bagi korban yang terdampak banjir 16 kecamatan di kabupaten setempat, mengingat banyaknya korban terdampak berdasarkan data BPBD per Sabtu (29/11/2025) sore, sebanyak 5.726 jiwa terdampak.
“Salah satu korban terdampak meminta pemerintah khususnya pemerintah kabupaten Aceh Tenggara, untuk mendirikan dapur umum di beberapa titik posko pengungsian lainnya, untuk memastikan seluruh korban dampak banjir bisa mendapatkan jatah makan yang memadai untuk kondisi saat ini,” harapnya.
Lebih lanjut, “Kami mengharapkan agar pemerintah setempat melakukan pendataan secepatnya, dan penyaluran bantuan secara merata kepada seluruh korban yang terdampak banjir yang sedang sangat membutuhkan kebutuhan makan,” harapnya.










