Tebo–Jambi, –
Kasus penemuan mayat seorang perempuan di kawasan Perumahan Al-Kautsar Residence, Kabupaten Bungo, terus menjadi perhatian publik. Hasil pemeriksaan medis terbaru mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan fisik serta dugaan tindakan kekerasan seksual terhadap korban, Minggu (02/11/2025).
Dalam keterangan resminya, Dr. Sepriyedi menyampaikan bahwa hasil visum menunjukkan adanya luka dan lebam di beberapa bagian tubuh korban, termasuk di area wajah, kepala, dan kedua bahu. Selain itu, ditemukan luka berbentuk lubang di bagian leher yang diduga akibat hantaman benda tumpul atau tajam.
“Dari hasil pemeriksaan, kami juga menemukan adanya sperma di organ intim korban, yang mengindikasikan dugaan kuat korban mengalami tindakan seksual sebelum meninggal dunia,” ungkap Dr. Sepriyedi kepada awak media, Sabtu sore (1/11/2025).
Lebih lanjut, dokter memperkirakan waktu kematian korban sekitar 12 jam sebelum ditemukan. Hal ini diperkuat dengan temuan darah berwarna hitam yang keluar dari mulut korban, menandakan proses kematian sudah berlangsung beberapa jam sebelumnya.
Pihak keluarga korban saat ini masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tengah mempertimbangkan langkah hukum serta proses pemakaman.
Sementara itu, pihak Kepolisian Polres Bungo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban serta hasil pemeriksaan laboratorium, guna mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa tragis ini.
Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sungai Mengkuang, tepatnya di Perumahan Al-Kautsar Blok A06, belakang Gedung DPRD Bungo, Provinsi Jambi, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan pada Sabtu (1/11/2025) siang.
Korban diketahui berinisial E (37), berprofesi sebagai dosen di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setia (IAK SS) Muara Bungo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo. Jenazah pertama kali ditemukan oleh rekan kerja yang juga sesama dosen di kampus yang sama.
Kepala dusun setempat, Madin Maulana, menjelaskan bahwa rekan korban merasa curiga karena korban tidak masuk kampus selama dua hari dan tidak bisa dihubungi. “Rekannya datang ke rumah korban karena khawatir. Setelah dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban, pintu rumah terbuka, dan korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” ujarnya.
Warga yang panik kemudian melapor ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, Polsek Kota Muara Bungo bersama tim Inafis Polres Bungo tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab kematiannya.
Polisi masih belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik kematian korban. Namun, kasus ini tengah ditangani secara intensif oleh Polsek Kota Muara Bungo bersama Satreskrim Polres Bungo.
Tak berselang lama, pihak kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku yang ternyata merupakan seorang anggota polisi aktif bertugas di Polres Tebo, bernama Waldi. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Bungo untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.










