Kutacane, –
Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Penjara Provinsi Aceh, (Pajri Gegoh Selian), minta Bupati Aceh Tenggara, (M Salim Fakhri), copot Kadis Dagperinaker, hal ini terucap karna terkesan gagal dalam pencapaian target Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebut Gegoh Selian, pada awak media ini, Kamis (20/11/2025).
Berdasarkan amatan Pajri Gegoh, gagalnya pencapaian target PAD pada Disdagperinaker tidak terlepas dari lemahnya kinerja Kepala Dinas instansi tersebut.
Gegoh Selian sangat menyayangkan hal ini terjadi, dimana, target capaian PAD yang gagal terealisasi mencapai hingga seratus persen tercatat sejak tahun 2022, 2023, 2024, bahkan untuk tahun 2025 juga tidak tutup kemungkinan kembali akan terancam mengalami kegagalan capaian target yang ditentukan.
Dari itu, pemuda yang akrab disapa dengan Gegoh, dengan tegas meminta agar “Bupati secepatnya harus mencopot jabatan Kepala Disdagperinaker, dengan tujuan agar capain PAD untuk kedepanya nanti, kita harapkan dapat berubah maksimal,”.
Lebih lanjut, ketidak maksimalan capaian target PAD pada Disdagperinaker, Julius Hasyim Aryo, selaku Kepala Bidang (Kabid), Pendapatan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Kabupaten Aceh Tenggara, ketika beberapa waktu lalu sempat dikonfirmasi awak media.
Dimana Julius menjelaskan, dari data capaian realisasi PAD, pihaknya mencatat capaian realisasi PAD Disdagperinaker setempat belum sepenuhnya memenuhi realisasi target capaian yang ditetapkan.
Dari rinciannya, “Pada tahun 2025 target PAD pada Disdagperinaker sebesar Rp1.004.120.000, hingga September masih terealisasikan sebesar Rp354.665.000 atau 35,2 persen,” sebut Julius.
Lebih lanjut Julius menyampaikan, pada tahun 2022 tercatat target PAD Disdagperinaker sebesar Rp1.564.000.000, yang hanya dapat terealisasikan sebesar Rp568.904.000 atau 36,7 persen.
Sedangkan untuk tahun 2023 juga mengalami penurunan target PAD yaitu menjadi sebesar Rp1.409.800.000, dimana pada tahun itu mampu terealisasikan sebesar Rp772.366.000 atau 54,79 persen.
“Pada posisi tahun 2024, kembali mengalami penurunan target PAD yaitu sebesar Rp1.000.000.000 dan terealisasikan sebesar Rp744.426.000 atau 74,44 persen,” sebut Julius sambil mengakhir pembicaraannya.










