Aceh Tenggara, –
Mobil dinas milik Pemkab Aceh Tenggara, dibiarkan terjemur sudah berbulan-bulan di areal lahan terbuka didepan rumah pribadi (JHA) pejabat di Aceh Tenggara, tepatnya di Desa Purwodadi, Kecamatan Badar,
Sehingga semakin lama kondisi cat mobil menjadi kusam karena tidak terawat.
Kondisi mobil seperti ini sangat melukai hati rakyat Aceh Tenggara.
“Mobil dinas Pick up tersebut dibiarkan terjemur di bawah terik matahari dan terkena hujan. Ini tentunya merugikan uang rakyat, harusnya bila mobil tersebut rusak, kenapa tidak diperbaiki, padahal mobil dinas jenis pick up dinilai dan terlihat masih baru, bilapun rusak berat harusnya tidak dibiarkan terjemur dibawah terik matahari yang panas dan terkena hujan, kenapa tidak ditutupi atau diparkir ditempat yang layak,” jelas Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, Dahrinsyah pada awak media Jurnalis.Online, Rabu (24/12).
Dahrinsyah menambahkan, “Pejabat harusnya bisa menjaga dan merawat mobil dinas yang dibeli oleh uang rakyat, jika mobil dinas dibiarkan terjemur diterik matahari yang panas dan kena hujan, itu sama halnya melukai hati rakyat, selaku pejabat harusnya bisa merawat mobil dinas, karena anggaran untuk pengerawatan mobil dinas sudah jelas ada dikucurkan dari pemda, jadi kenapa malah mobil yang dibeli dari uang rakyat diduga dibuat jadi penghias dihalaman rumah saja, ini sangat menyakitkan hati para Rakyat, harusnya jika mobil tersebut dirawat, alangkah bermanfaatnya bisa digunakan untuk keperluan dampak banjir bandang saat ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Dahrin menyebutkan, “Seharusnya mobil dinas itu diparkirkan di garansi atau ditutupi agar tidak rusak cat maupun kaca mobilnya, bukan malah sengaja diparkir didepan rumah pribadi hanya diduga sebagai hiasan di perkarangan rumah saja, tanpa memikirkan kerusakannya, hal ini sangat merugikan uang rakyat karena ketika dilelang harga jual sangat murah,” ungkap Dahrinsyah.
Julius Hasyim Aryo, SE, selaku Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), saat dikonfirmasi media ini, melalui penggilan telpon via aplikasi WhatsApp, dan pesan singkat WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan Julius belum bisa memberikan jawabannya.










