Diduga Narkoba Berselemak, Tomas Minta Polres Agara Lakukan Evaluasi Danpos Dan Perketat Penjagaan

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Dalam beberapa bulan terakhir kini menjadi sorotan hangat terhadap pos perbatasan Sumatra Utara (Sumut) dengan Aceh Tenggara (Agara), tepatnya di Lawe Pakam, Kabupaten setempat. Hal ini mencuat setelah maraknya peredaran Narkoba di kabupaten setempat, bahkan tersiar di beberapa media Online, memberitakan seringnya dilakukan penangkapan terkait kasus narkoba.

Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, yang meminta untuk tidak disebutkan jati dirinya dimedia ini, menjelaskan pada media Jurnalis.online, pada Senin, (6/4/2026), ia mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara, untuk memperketat pengawasan disejumlah pos perbatasan, khususnya di perbatasan Sumut dengan Aceh Tenggara, tepatnya di Lawe Pakam, guna mencegah peredaran dan masuknya narkoba ke wilayah hukum Polres setempat.

“Permintaan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap maraknya peredaran narkotika yang dinilai sudah mulai merambah berbagai kalangan hingga sampai ke perdesaan, sehingga mengakibatkan rusaknya generasi muda, dari itu, ia berharap agar aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas dan preventif,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jalur perbatasan diduga kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai pintu masuk barang haram tersebut. Oleh karena itu, pengawasan ekstra dinilai sangat penting dilakukan, baik melalui pemeriksaan kendaraan maupun patroli rutin.
“Kami berharap Personil dari Polres Aceh Tenggara, bisa lebih maksimal melakukan penjagaan di perbatasan. Jangan sampai narkoba masuk dan merusak generasi muda di daerah kita,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta adanya kerja sama yang benar-benar serius untuk lintas instansi, termasuk dengan pemerintah daerah dan aparat desa, untuk meningkatkan kewaspadaan serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba. Sementara itu, dari pantauan kami narkoba itu tidak ada pabriknya di Aceh Tenggara, yang mana semua barang haram tersebut dipasok dari daerah luar, dari itu kami berharap agar Kapolres Aceh Tenggara, “AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K.,  dapat menambah personel di pos perbatasan dan melakukan evaluasi terhadap Danpos Lawe pakam, serta memanfaatkan teknologi dalam mendeteksi peredaran narkotika. Langkah ini dinilai penting guna menutup celah bagi para pelaku penyelundupan.

“Berdasarkan pantauan kami, penjagaan dipos perbatasan Sumut – Aceh Tenggara, terhitung dilakukan hanya saat malam hari, itupun dilakukan berkisar jam 20:00 wib hingga 24:00 wib, hal ini terucap ketika kami sudah empat kali melewati pos setempat sekira pukul 2:13 wib dini hari, tidak ada lagi terlihat rutinitas pemeriksaan, sedangkan pada siang hari, itu memang terkesan tidak ada sama sekali dilakukan pemeriksaan, sehingga hal seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya dengan nada sedikit kecewa.

“Berdasarkan hal ini, kami mohon agar Kapolres Aceh Tenggara, untuk secepatnya melakukan tindakan tegas terkait pos perbatasan yang ada di Lawe Pakam, dimana itu salah satu gerbang utama jalan masuknya Narkoba ke Bumi Tanoh Alas metuah ini,” tutupnya.

Tempat terpisah, saat awak media ini melakukan konfirmasi pada Danpos Perbatasan, “Fitriadi” pada Sabtu, (4/4/2026), melalui via aplikasi whatsapp, terkait tentang berapa jumlah personil yang ada di pos Lawe Pakam, dan bagai mana sitem pemeriksaan yang dilakukan personil saat kendaraan melewati perbatasan, meski pesan WhatsApp sudah berceklis dua (sudah dibaca), “Fitriadi” terkesan hanya mengabaikannya saja tanpa memberikan jawaban apapun hingga berita ini ditayangkan.

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol