KUTACANE – // Jurnalis.online // Diduga Dana desa Tambahan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk desa yang berprestasi, yang mana termasuk desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat diduga di Mark up oleh oknum Penjabat (PJ) Kepala desa untuk kepentingan pribadi atau kelompok demi memperkaya diri sendiri. Sabtu (15/11/2024).
Diketahui, dana desa Tambahan desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga kuat di Markup oleh oknum PJ Kepala desa. Terdapat beberapa Item-item, seperti pembangunan Gapura desa, menghabiskan dana Rp 70 juta.
Pasalnya kuat dugaan tersebut dikarenakan Tim Melakukan Investigasi menemukan kejanggalan terhadap Item dalam penggunaan anggaran tersebut.
Salah satu masyarakat menyebutkan. “ Setau saya, dan setelah saya melihat bangunan gapura desa seperti itu, kok bisa ya anggaran nya sebesar itu, hingga menghabiskan dana Rp 70 juta, saya merasa itu sangat hal yang tidak logis dan tidak mungkin,” sebut salah satu warga yang tak mau disebutkan identitasnya dimedia ini.
Maka dengan hal tersebut, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tipikor Aceh Tenggara (Jupri.R), meminta kepada Kajari Kuta Cane, melalui kasi pidsus untuk dapat secepatnya melidik dana desa Tambahan untuk desa Tanjung Muda, Kecamatan setempat, karena besar dugaan kami jika oknum PJ Kepala desa sudah melakukan mark up atas kegiatan pembangunan gapura desa tersebut, sesuai dengan Intruksi Presiden RI Prabowo Subianto, Kejar Habis para koruptor kita harus bersih-bersih membasmi Koruptor, maka dengan meminta kepada Kajari KutaCane untuk sungguh-sungguh melakukan lidik dana desa tambahan di desa Tanjung Muda.
Sampai Pemberitaan ini diterbitkan, PJ Kepala desa Tanjung Muda, yang berinisial (J ) belum bisa memberikan keterangannya, meski awak media Jurnalis.online sudah melakukan panggilan telepon via Aplikasi WhatsApp, walaupun berdering (masuk), dan begitu juga dengan mengirimkan pesan via aplikasi WhatsApp, meski sudah berceklis dua (sudah dibaca), tetap saja awak media tidak mendapatkan jawaban apapun dari oknum PJ Kepala desa setempat.
Liputan : Angah Selian.










