Manado, –
Selama kasus para pekerja BLU berjalan bukanya, kami diam tidak melakukan tindakan advokasi pendampingan. Namun kami terus mengikuti perkembangan sampai sejauh mana proses penaganan nasib para pekerja yang terindikasi, untuk mendapatkan perlakuan semena-mena dari manajemen RSUD Prof Kandouw.
Kami akan menugaskan wakil ketua bidang tripartit, untuk terus memantau dan mengikuti perkembangan kasus ini. Agar berjalan dari awal sampai masuk ke kementerian kesehatan RI, hingga ke komisi IX DPR RI.
Kami terus mengumpulkan bukti akurat dari hasil infestigasi lapangan, Kamis (19/02/2026).
“Jika ada bukti serta fakta yang berindikasi melanggar hukum, maka kami akan siap bergerak penuh seluruh aktivis buruh untuk menduduki RSUD Prof Kandauw,” pungkas ketua DPC FSBSI Manado.
Berkas dokumen sementara kami pelajari dari berbagai sisi, baik pelanggaran hubungan industrial yang masuk rana pelanggaran desk ketenagakerjaan. Serta PTUN ini akan menjadi modal Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Sejaterah Indonesia, DPC FSBSI Kota Manado akan menyuarakan aksi demo besar besaran,” tandasnya.
Kami juga telah berkoordinasi dengan Korwil KSBSI Sulut dan DPP KSBSI Pusat, untuk bergerak bersama menyuarakan hak para pekerja buruh yang di duga teramputasi oleh Direktur Utama Prof Kadouw serta jajarannya. Banyak kekeliruan serta kesalahan fatal yang di lakukan oleh pihak RSUD Prof Kandouw, sehingga para pekerja buruh tertindas dengan kebijakan sepihak,” tambahnya.
Jopa Ketua DPC FSBSI Manado juga menegaskan, “Kekuatan massa para aktivis pekerja buruh, akan kami gerakkan berkisaran seribu sampai dua ribu massa akan turun jalan,” tegas Jopa Ketua DPC FSBSI Manado yang juga di kenal aktivis vocal singa panggung.










