Kerahkan 7 Unit Excavator Pasca Banjir, Ketua Sepuluh Pemuda Minta Copot PPK 35 BPJN

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Pasca Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, pada Kamis (27/11), yang lalu, ratusan rumah warga terbawa arus sungai. Bahkan memutuskan akses jalan Kabupaten Aceh Tenggara – Kabupaten Gayo Lues, bahkan hingga saat ini 16 hari pasca banjir jalan tersebut masih lumpuh total atau belum bisa dilalui, Jumat (12/12).

Jaya Yuliadi, selaku Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) 35 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), sudah mengerahkan 7 alat berat Excavator kelokasi banjir. Namun terpantau masih tetap belum bisa menembuskan jalan penghubung antar Kabupaten tersebut, tanpa ada alasan yang jelas darinya.

Beberapa warga Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, dan warga desa Marpunge Kabupaten Gayo Lues, saat ditemui awak media Jurnalis.Online, di lokasi banjir, pada Jumat (12/12), ia menyebutkan rasa kekecewaannya, “Kami sangat merasa kecewa dan merasa sedih dalam hal ini, sudah 16 hari pasca banjir berjalan, namun pihak BPJN masih belum bisa membuka akses jalan Kutacane – Gayo Lues,” jelasnya.

“Lebih lanjut, hal yang sangat membuat kami kecewa, BPJN Aceh memasukan alat berat excavator sebanyak 7 alat berat, namun hanya 3 yang bisa bekerja, 4 dinyatakan rusak dan tidak bisa beroperasi dilokasi. Hal ini sangat membuat kami kecewa, apakah tidak ada dana yang dikucurkan sehingga harus diturunkan alat berat yang rusak, apakah tidak ada anggaran untuk memperbaiki alat berat tersebut, hingga ke 4 alat berat mangkrak jadi tontonan saja,” tegasnya.

“Kami minta pada kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, ” Heri Yugiantoro”, untuk segera mencopot PPK 35 BPJN, “Jayadi Yuliadi”, dari jabatannya, kami menduga “Jayadi Yuliadi” tidak mampu bekerja dan tertutup dari pantauan awak media, sehingga terkait informasi mengenai jalan yang putus, awak media susah mendapatkan informasi yang akurat dari “Jayadi Yuliadi”, hingga terkesan informasi selalu tertutup dan simpang siur,” tegasnya lagi.

Ketua sepuluh pemudah Kabupaten Aceh Tenggara, “Dahrinsyah”, juga angkat bicara, menyikapi hal ini, ” Sangat kita sayangkan bisa terjadi, apa penyebab rusaknya alat berat tersebut, hingga bisa rusak 4 alat berat sekaligus, apa jangan-jangan pihak BPJN sengaja menurunkan alat berat sekedar formalitas saja tanpa memikirkan kwalitas atau kefitan alat berat tersebut,” tegasnya.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan, kami minta pada “Heri Yugiantoro”, selaku kepala BPJN provinsi Aceh, agar secepatnya mencopot PPK 35 BPJN, “Jayadi Yuliadi”, dari jabatannya saat ini, dari pantauan kami, Jayadi Yuliadi terkesan tidak mampu dalam mengatasi hal ini,” pungkas Dahrinsyah, sambil mengakhiri pembicaraannya dengan media ini, pada Jum’at (12/12), disalah satu warung kopi yang ada di kecamatan Babussalam, sekira pukul 15:29 Wib, sore.

Tempat terpisah, saat awak media melakukan konfirmasi dengan PPK 35 BPJN, “Jayadi Yuliadi”, melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp, dan menanyakan beberapa pertanyaan terkait informasi, hingga berita ini ditayangkan, “Jayadi Yuliadi”, belum bisa memberikan jawaban apapun.

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol