Kutacane, –
Ketua Sepuluh Pemuda, Kabupaten Aceh Tenggara, (Dahrinsyah), meminta Aparat Penegak Hukum(APH), untuk secepatnya lakukan lidik dugaan penyimpangan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK), Puskesmas Lawe Perbunga, di kecamatan Babul Makmur, kabupaten Aceh Tenggara, untuk anggaran tahun 2024 – 2025.
Dahrinsyah, menyebutkan pada awak media Jurnalis.Online, Sabtu (15/11), minta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera lidik dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterima Puskesmas Lawe Perbunga, setiap bulan dan diduga ada terjadi penyimpangan terhadap tata kelola dalam penggunaan anggaran tersebut.
Berkaitan penggunaan dana JKN untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional maupun yang lainnya, Dahrinsyah menuturkan, ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh pengelola dana JKN dan BOK.
“Diduga honor jasa medis yang diberikan oleh pihak Puskesmas kepada perawat medis dan dokter jumlah tidak sesuai lagi, begitu juga dengan biaya transportasi lapangan ke desa,” ungkap pemuda yang akrab disapa dengan ketua.
Lebih lanjut Dahrinsyah mengatakan, bahwa penyaluran dana program JKN dan BOK tersebut tidak transparansi, sehingga besar dugaan terjadinya rawan penyimpangan serta berpotensi korupsi pada anggaran JKN dan BOK, apalagi sistem pambayaran jasa medis tidak melalui transfer tapi masih menggunakan sistem manual.
Menurut Dahrinsyah, bahwa sesuai dengan Undang-undang keterbukaan publik, masyarakat perlu mengetahui berapa anggaran BOK dan JKN yang dikelola Pukesmas Lawe Perbunga.
“Misalnya, berapa untuk jasa pelayanan rawat inap, jasa pelayanan kebidanan, jasa biaya rujukan, biaya BBM, jasa pelayanan dan jasa sarana dan jasa lainnya,” terangnya lagi.
“Saya berharap, setelah nantinya dilidik oleh APH,pengelola dana JKN dan BOK di Pukesmas Lawe Perbunga, yang diduga bermasalah bisa terbuka lebar ke publik,” pungkas Dahrinsyah dengan nada tegas.
Tempat terpisah, kepala Puskesmas Lawe Perbunga (Lusi), saat dikonfirmasi oleh media ini, terkesan Bungkam. Dimana Lusi kepala Puskesmas saat diminta tanggapannya terkait pemberitaan tersebut, melalui panggilan via aplikasi WhatsApp, meski berdering (masuk), Lusi hanya mengabaikannya saja, bahkan pesan whatsapp awak media ke Kapus Lawe Perbunga, sudah berceklis dua, Lusi terkesan Alergi terhadap awak media, hingga tidak mau memberikan tanggapan apapun hingga berita ini ditayangkan.
Liputan// Angah Selian.










