TEBO – // Jurnalis.online // Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tebo menggelar debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tebo, Kamis (14/11/2024) malam.
Acara ini berlangsung di Aula Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dan dihadiri oleh seluruh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang berkompetisi dalam Pilkada Tahun ini.
Debat yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini diselenggarakan sebagai bagian dari tahapan Pilkada serentak di Kabupaten Tebo. Kegiatan tersebut merupakan wadah bagi para calon pemimpin daerah untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka di hadapan publik, terutama terkait isu-isu krusial yang tengah dihadapi oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua KPUD Kabupaten Tebo menegaskan pentingnya menjaga suasana yang kondusif selama masa kampanye hingga hari pencoblosan. “Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tebo harus berlangsung secara damai dan harmonis. Ini adalah pesta demokrasi bagi masyarakat Kabupaten Tebo, mari kita laksanakan dengan penuh kegembiraan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pasangan calon, tim kampanye, serta para pendukung masing-masing calon untuk mematuhi semua aturan yang telah disepakati bersama. “Saat pengundian nomor urut, kita telah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita wujudkan Pilkada yang aman, damai, dan bebas dari konflik,” tambahnya.
Debat kedua ini mengangkat tema pengelolaan sumber daya alam (SDA), sosial budaya, dan hukum. Para kandidat diberikan kesempatan untuk memaparkan pandangan serta solusi konkret terkait tema tersebut. Tema ini dipilih untuk menggali ide-ide strategis dari para calon dalam menghadapi tantangan yang dihadapi Kabupaten Tebo dalam beberapa Tahun ke depan.
Sorotan utama debat kali ini adalah bagaimana para kandidat merancang strategi untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah kandidat menyoroti pentingnya inovasi di sektor pertanian dan perkebunan, mengingat Kabupaten Tebo dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas unggulan di Provinsi Jambi.
Tak hanya itu, isu stunting dan penanganan masalah kesehatan juga menjadi fokus dalam debat. Beberapa pasangan calon menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Tebo.
Para calon juga berdebat sengit mengenai strategi peningkatan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih minim akses jalan dan listrik. Mereka saling mengkritik dan menawarkan solusi agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok desa.
Debat berjalan dengan tertib dan lancar, di mana masing-masing pasangan calon diberikan waktu yang sama untuk menjawab pertanyaan dari panelis. Tidak hanya fokus pada program kerja, mereka juga diberikan pertanyaan terkait integritas dan komitmen dalam pemberantasan korupsi di pemerintahan daerah.
Acara ini disaksikan oleh perwakilan masyarakat, pemuka agama, serta tokoh masyarakat yang antusias mendengarkan gagasan dan visi dari para kandidat. Masyarakat berharap Pilkada ini dapat menghadirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Tebo.
Ketua DPRD Kabupaten Tebo yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada KPUD atas penyelenggaraan debat yang berlangsung dengan baik. “Kita berharap seluruh tahapan Pilkada ini dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Tebo,” ujarnya.
Dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, suasana politik di Kabupaten Tebo semakin memanas. Namun, KPUD bersama dengan aparat keamanan terus mengupayakan agar seluruh tahapan Pilkada berjalan dengan aman dan tertib, demi menjaga stabilitas daerah.
Sebagai penutup, KPUD kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak. “Mari sukseskan Pilkada ini dengan partisipasi yang tinggi, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pilihan,” tutup Ketua KPUD.
Pilkada Kabupaten Tebo diharapkan menjadi ajang demokrasi yang tidak hanya sekedar formalitas, tetapi juga momen penting untuk memilih pemimpin yang benar-benar berkomitmen terhadap kemajuan daerah.
Liputan : Zulfan










