Serdang Bedagai, –
Menyongsong kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Kepala Desa Silau Padang sekaligus Pembina DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Sumatera Utara, Rajali Purba, menunjukkan teladan kepemimpinan yang berbasis pada kepedulian sosial.
Melalui sebuah helat syukuran yang khidmat di kediamannya, Jumat (13/02/2026), ia merangkul puluhan anak yatim dan kaum dhuafa dalam sebuah simfoni doa dan keberkahan.
Acara ini tidak sekedar menjadi seremonial keagamaan, melainkan representasi dari ketulusan seorang tokoh masyarakat yang menempatkan rasa syukur di atas segalanya. Kehadiran Ketua DPD AKPERSI Sumut, Jumani Alba, menambah bobot profesionalitas acara, memperlihatkan sinergi yang harmonis antara struktur organisasi profesi dan pengabdian masyarakat.
Kepemimpinan yang berbasis rasa syukur dalam pidato sambutannya yang sarat akan makna, Rajali Purba menyampaikan bahwa setiap pencapaian profesional dan personal yang diraih keluarganya adalah titipan Tuhan yang harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat.
”Kami berdiri di sini bukan sebagai siapa-siapa, melainkan sebagai hamba yang bersyukur. Segala ikhtiar dan usaha yang Alhamdulillah telah di ijabah oleh Allah SWT, sejatinya adalah buah dari doa-doa tulus bapak, Ibu, dan anak-anak kami para yatim sekalian,” ujar Rajali dengan penuh ketulusan.
Sebagai Pemimpin desa, ia juga menunjukkan kerendahan hati dengan melakukan muhasabah (evaluasi diri) publik. Ia memohon maaf atas segala kekhilafan dalam interaksi sosial maupun kedinasan, demi menyongsong bulan suci dengan jiwa yang bersih dan integritas yang terjaga.
Integritas moral dalam pesan religi
suasana reflektif semakin terasa saat Ustadz Ujai menyampaikan tausiyahnya. Beliau menekankan pentingnya menjaga tiga pilar etika dalam beragama: Bakti kepada orang tua, menjaga simpul silaturahmi, serta menjauhi kezaliman dan lisan yang menyakiti. Pesan ini seolah mengonfirmasi prinsip kepemimpinan Rajali Purba yang selalu mengedepankan adab dan komunikasi yang santun kepada warga.
Tali Asih: Wujud Nyata Kepedulian
Puncak acara ditandai dengan penyerahan tali asih secara simbolis. Bagi Rajali, pemberian ini bukanlah sekadar bantuan materi, melainkan pesan moral tentang pentingnya solidaritas sosial.
”Kiranya pemberian ini jangan dilihat dari nilai nominalnya, namun lihatlah sebagai bentuk ketulusan kami untuk memastikan saudara-saudara kita dapat menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita,” tegasnya.
Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Ustadz Juliasrin serta sesi makan bersama ini, mengukuhkan potret Rajali Purba sebagai pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyatnya. Ia berhasil memadukan peran profesionalnya sebagai Pembina AKPERSI Sumut dengan peran pengabdiannya sebagai Kepala Desa dalam satu bingkai kemanusiaan yang menyentuh.***










