PASAMAN, SUMBAR –
Kondisi unit usaha Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, kios atau unit pertokoan milik BUMNag tersebut diketahui telah tutup selama berbulan-bulan tanpa kejelasan operasional, Sabtu (28/03/2026).
Penutupan yang berlangsung lama ini memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Warga cemas berbagai komoditas pangan yang ada di dalam toko, seperti telur, beras, hingga minuman kaleng, akan mengalami kerusakan, busuk, atau melewati masa kedaluwarsa sehingga menimbulkan kerugian material bagi Nagari.
“Kami sangat khawatir barang-barang di dalam rusak. Ada telur dan beras yang jika dibiarkan berbulan-bulan di ruangan tertutup pasti hancur kualitasnya. Ini kan modalnya dari uang Nagari,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kecurigaan warga kian menguat menyusul adanya isu ketidakberesan di internal manajemen. Warga sempat menyaksikan adanya ketegangan atau adu mulut antara pengurus BUMNag dengan Wali Nagari Binjai di sela-sela penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) beberapa waktu lalu.
“Kami curiga ada masalah besar di balik tutupnya lapak ini. Apalagi sempat ada keributan antara pengurus dan Pak Wali yang disaksikan banyak orang. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan BUMNag kita?” tambahnya.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan Jurnalis.Online di kantor BUMNag, salah satu pengurus membenarkan adanya polemik internal di tubuh organisasi tersebut. Ia menyatakan bahwa masalah ini telah diserahkan kepada pihak pemerintah Nagari untuk diselesaikan.
“Benar ada problem antar sesama pengurus. Masalah ini sudah kami limpahkan ke pihak Nagari, dan kami masih menunggu bagaimana keputusan atau solusi penyelesaian terkait pertikaian ini,” ungkap pengurus tersebut singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Nagari Binjai belum memberikan penjelasan resmi terkait lumpuhnya operasional BUMNag tersebut. Masyarakat sangat berharap pihak berwenang, termasuk inspektorat atau dinas terkait, segera turun tangan guna menyelamatkan aset BUMNag sebelum terjadi kerugian yang lebih besar bagi ekonomi Nagari Binjai.










