Aceh Tenggara, –
Sejumlah wartawan media online mengaku belum berhasil memperoleh konfirmasi langsung dari Direktur RSUD Kuta Cane, dr. Pajri Beruh (Ari), terkait kondisi fasilitas ruang tunggu keluarga pasien, saat melakukan peliputan di lingkungan rumah sakit tersebut, Rabu (05/02/2026).
Kedatangan tim media bertujuan meminta penjelasan manajemen rumah sakit mengenai fasilitas bagi keluarga pasien yang terlihat menunggu di area koridor dan lorong luar ruang perawatan dengan menggunakan alas seadanya.
Wartawan bermaksud mengonfirmasi standar pelayanan dan ketersediaan ruang tunggu resmi bagi pengunjung dan penunggu pasien.
Setibanya di lokasi, wartawan diterima oleh salah seorang pegawai rumah sakit yang menanyakan identitas serta tujuan kedatangan. Pegawai tersebut menyampaikan bahwa direktur tidak berada diruangannya, direktur lagi keluar pak, tanpa menyebutkan alasan yang jelas, padahal kedatangan awak media masih jam kerja atau sekira pukul 10:45 wib.
Selang satu hari, upaya awak media melakukan konfirmasi kembali mendatangi RSUD Kuta Cane, dengan waktu yang sama, awak media ketemu dengan salah satu staf disana, juga kembali menjelaskan dengan jawaban yang sebelumnya.
Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan dan panggilan juga masih dilakukan oleh tim media guna memperoleh penjelasan berimbang dari pihak manajemen rumah sakit. Meski panggilan telpon via whatsapp awak media berdering (masuk), Dirut RSUD terkesan hanya mengabaikannya saja, bahkan pesan whatsapp sudah berceklis dua (sudah dibaca), tetap juga tidak ada jawaban sama sekali.
Sejumlah jurnalis berharap pihak rumah sakit dapat menyediakan waktu khusus untuk melayani permintaan konfirmasi pers, mengingat keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak RSUD Kuta Cane atau Direktur Rumah Sakit untuk melengkapi pemberitaan ini. Jika klarifikasi diterima, akan dimuat pada edisi berikutnya.










