Warga Desa Tambunarang Keluhkan Rumah Tak Layak Huni, Butuh Perhatian Pemda

banner 120x600
banner 468x60

TEBO – // Jurnalis.online // Salah satu warga Desa Tambunarang, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyuarakan keluhannya terkait kondisi rumah yang tidak layak huni. Rumah tersebut milik seorang warga berinisial SR yang sudah lama mengalami kerusakan parah. Kondisi ini memprihatinkan, sebab atap rumah terlihat lapuk dan sebagian besar bangunan di bagian belakang nyaris roboh, Senin (11/11/2024).

Kondisi rumah SR semakin sulit dengan tidak adanya fasilitas air bersih. Ia dan keluarganya harus mengandalkan air dari sumber seadanya karena tidak memiliki sumur yang layak. Hal ini tentu berdampak pada kualitas hidup mereka yang semakin terpuruk. “Kami hanya berharap ada bantuan agar rumah kami bisa diperbaiki, karena selama ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan,” ungkap SR dengan nada haru.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, SR mengungkapkan kekecewaannya karena belum pernah mendapatkan bantuan dari program Bedah Rumah yang sudah berjalan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setempat. Padahal, program tersebut bertujuan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tebo.

Program Bedah Rumah merupakan salah satu inisiatif Pemda yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin agar dapat tinggal di rumah yang lebih layak. Namun, dalam pelaksanaannya, SR merasa tidak mendapat perhatian. “Kami sudah lama menunggu, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan mendapatkan bantuan dari program tersebut,” kata SR.

Warga Desa Tambunarang lainnya juga mengakui bahwa SR sangat membutuhkan bantuan. Mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi rumah warga yang tidak layak huni di desa mereka. “Banyak warga di sini yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah, terutama mereka yang kondisinya lebih parah seperti SR,” ungkap salah satu tetangga.

SR sendiri sudah pernah mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada pihak desa, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Saya berharap pemerintah desa maupun kabupaten bisa lebih responsif terhadap kondisi kami yang membutuhkan,” tambah SR.

Ketidaklayakan hunian seperti yang dialami oleh SR bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis penghuni rumah tersebut. SR dan keluarganya kerap merasa was-was, terutama saat musim hujan tiba. “Kalau hujan deras, kami takut atap roboh. Bagian belakang rumah sudah mau ambruk,” tutur SR dengan wajah cemas.

Menanggapi hal ini, sejumlah warga mengusulkan agar program Bedah Rumah diperluas cakupannya dan lebih tepat sasaran. Warga berharap ada pendataan ulang agar warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan. “Kami harap program ini tidak hanya menjadi formalitas, tapi benar-benar memberikan dampak bagi warga yang membutuhkan,” ujar salah satu warga setempat.

Sebagai informasi, program Bedah Rumah yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim Kabupaten Tebo bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang layak. Namun, keterbatasan anggaran dan data yang tidak akurat sering kali menjadi kendala dalam penyaluran bantuan.

SR bersama warga lainnya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi rumah di desa mereka. Mereka menginginkan ada evaluasi terhadap program Bedah Rumah yang selama ini dirasakan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Desa Tambunarang sendiri masih masuk dalam kategori desa dengan tingkat kesejahteraan rendah di Kabupaten Tebo. Oleh karena itu, warga berharap adanya intervensi lebih lanjut dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, salah satunya melalui perbaikan hunian.

Warga Desa Tambunarang kini menggantungkan harapan pada perhatian pemerintah Kabupaten Tebo agar program-program sosial seperti Bedah Rumah bisa lebih merata dan berkeadilan. “Kami tidak meminta lebih, hanya ingin rumah kami diperbaiki agar bisa hidup dengan lebih layak,” pungkas SR.

Liputan : Zulfan

banner 325x300