ACEH TENGGARA, –
Beberapa warga Aceh Tenggara kini mulai angkat bicara terkait kasus pembunuhan terhadap “Sahila Khairun Nisa”, warga Desa Pintu Rimbe, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, dimana awalnya Korban dilaporkan warga hilang pada tanggal 29 April 2026, hingga ditemukan pada tanggal 8 Mei 2026 dengan kondisi sudah tidak bernyawa di sebuah telaga perkebunan warga Desa Pintu Rimbe, Kecamatan setempat.
Desakan warga diungkapkan pada awak media Jurnalis.Online, pada Jumat, (22/5/2026), disalah satu warung kopi yang ada di Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara.
Dalam penjelasannya, warga desak Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Polres Aceh Tenggara, segera mengungkap motif pembunuhan terhadap anak di bawah umur “Sahila Khairun Nisa”, yang kasus ini sempat menggemparkan warga Aceh Tenggara. Pasalnya, hingga kini meski pelaku ” MDS” (37), yang juga masih tetangga korban telah ditetapkan sebagai tersangka pada Tanggal 16 Mei 2026, namun motif di balik aksi pembunuhan tersebut belum juga terungkap ke publik.
“Pelaku pembunuhan ” MDS” telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Aceh Tenggara, sejak 16 Mei 2026, namun hingga saat ini, Jumat, 22/5/2026, APH masih belum mengungkap motif pembunuhan terhadap “Sahila Khairun Nisa,” jelas salah satu warga dengan nada sedikit kecewa.
Warga menilai lambannya pengungkapan motif membuat muncul berbagai spekulasi di tengah publik. Bahkan sejumlah warga menuding APH terkesan lalai dalam proses penyelidikan kasus tersebut.
“Kami minta APH serius mengusut kasus ini hingga tuntas. Jangan hanya menetapkan tersangka, tapi motif pembunuhan juga harus dibuka agar masyarakat tidak bertanya-tanya,” ujar salah seorang warga lagi.
Selain itu, warga juga mendesak pihak kepolisian segera menggelar konferensi pers guna memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan anak di bawah umur tersebut.
Publik berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan segera mengungkap seluruh fakta di balik kasus tragis yang telah menyita perhatian masyarakat luas itu.
Tempat terpisah, saat awak media lakukan konfirmasi pada Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, “Iptu Zery”, melalui pesan singkat via Aplikasi whatsapp, “hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban secara resmi.










