Warung Takjil Ramadhan “Bik Ngah” Di Kecamatan Lawe Sumur Mulai Diserbu Pembeli

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Memasuki hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah, warung takjil “Bik Ngah”, yang terletak di Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, tepatnya di samping Masjid Desa Lawe Sumur, kini mulai dipadati warga yang berburu menu berbuka. Sejak sore hari, masyarakat tampak antusias memilih aneka kue dan minuman segar untuk hidangan berbuka puasa.

Nora, selaku pemilik warung Bik Ngah mengaku, dagangannya mulai ramai diserbu pembeli sejak pukul 15:30 wib sore, hingga menjelang waktu berbuka. Ia mengatakan, momentum hari pertama puasa selalu membawa peningkatan jumlah pembeli dibanding hari biasa.
“Kami buka dari jam 15:30 wib sore hari sampai jam 20.00 malam. Biasanya yang paling ramai itu menjelang sore, sekira jam 16:30 wib sampai magrib,” ujar Nora, Jum’at (20/02/2026).

Ia menuturkan, berbagai jenis kue dan makanan ringan disediakan untuk memenuhi selera pelanggan. Di antaranya Roti Bakar, mie lontong, bakwan, serta aneka gorengan lainnya yang menjadi favorit masyarakat saat berbuka.
Tak hanya itu, Nora juga menjual minuman segar seperti es cendol, dan berbagai jus lainnya yang banyak diminati pembeli. Menurutnya, pada hari pertama puasa ini, jumlah pembeli mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Banyak warga yang sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang menjelang waktu berbuka,” ujarnya.
Nora berharap, kondisi ramai ini dapat terus bertahan hingga akhir bulan Ramadan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan para pedagang takjil musiman. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan kebersihan saat berbelanja agar suasana Ramadhan tetap nyaman dan kondusif.

Beberapa pembeli dari berbagai desa, saat berpapasan dengan awak media di lokasi warung takjil “Bik Ngah”, mereka menuturkan, “Mereka sengaja memilih membeli takjil bukaan puasa di warung Bik Ngah, selain rasanya cocok dengan lidah, harga juga sesuai dengan isi dikantonglah bang,” jelasnya pada media ini.

Lebih lanjut, selain dari warga desa Lawe Sumur, pembeli juga datang dari berbagai Desa, diantaranya, Desa Kisam, Desa Berandang, Desa Kute Lesung bahkan ada juga dari Desa Lawe Hijo, mereka menyebutkan “dagangan takjil di warung Bik Ngah memang terlihat sederhana, tapi menu yang disajikan hampir semua terpenuhi sesuai dengan yang kami inginkan, jadi selain harga merakyat, rasa juga Alhamdulillah masuk kelidah, dan tidak membuat kami kecewa, hingga kami selalu duluan hadir buat mencegah antrian,” jelas pembeli takjil.

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol