Aceh Tenggara, –
Salah satu aktivis Aceh Tenggara, meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Polres Aceh Tenggara, untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah SMK Swasta IT Al Amanah, yang terletak di Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, yang diduga tidak mengutamakan kualitas bangunan, Jumat (24/7/2026).
“Dari pantauan dilapangan, pekerjaan revitalisasi tersebut bersumber dari dana APBN tahun 2026, sebesar Rp.1.584.810.000., untuk pengrehapan ruang Administrasi, ruang serba guna, ruang Lab komputer, ruang kelas, Toilet, Pagar, dan Jalan. Demi menjaga keuangan negara yang dikucurkan pemerintah agar tepat sasaran dan penggunaannya sesuai dengan ketentuan, bahkan bangunan tersebut digunakan untuk para anak-anak generasi penerus bangsa, dari itu perlu diawasi secara serius, karena sejauh ini terdapat dugaan pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan standar mutu yang seharusnya diterapkan. Selain itu, ia juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara target waktu pelaksanaan yang tercantum pada papan informasi proyek (plang proyek) dengan kondisi pekerjaan dilapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut disebutkan, informasi tersebut juga diperoleh dari pengakuan kepala sekolah yang menyampaikan adanya ketidaksesuaian terkait jadwal pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, ia meminta APH turun langsung untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen proyek, progres pekerjaan, serta kualitas bangunan agar tidak menimbulkan kerugian negara.
“Kami meminta APH melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap proyek revitalisasi sekolah ini. Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Tempat terpisah, Dewi Wahidah Agustina, S.Pd. , selaku Kepala Sekolah SMK Swasta IT Al Amanah, saat dikonfirmasi Jurnalis.Online, melalui pesan singkat via whatshap, pada Jumat, (24/7/2026), Dewi menjelaskan, pengerjaan proyek untuk rehab, yang direhap ada lima ruangan, terkait masa pengerjaan proyek tersebut, kita akan upayakan tuntas sesuai waktu yang ditentukan, dimana hingga saat ini pengerjaannya sudah terbilang 90%, jelasnya.
“Kegiatan rehab ruangan tersebut, akan selesai dikerjakan sesuai waktu yang ditentukan bang, papan informasi yang dipasang itu salah ketik kemarin guru saya bang, proyek ini dikerjakan mulai 5 April hingga bulan Agustus selesainya bang, bukan seperti dipapan proyek yang kami pasangan bang, disanakan dumulai sejak 5 Maret hingga 31 Juli 2026 bang, itu salah ketik bang,” ungkap Dewi.










