Refay Jopy Sasuwuk (RJS) Nomor Urut 4 Tak Terbendung: 55 Persen Suara Sementara Stabil Dan Berpotensi Meningkat

banner 120x600
banner 468x60

Minahasa, –

Dukungan masyarakat terhadap Refay Jopy Sasuwuk, calon Hukum Tua Desa Sea dengan nomor urut 4, terus membesar dan tak terbendung. Hal ini terlihat jelas saat ribuan pendukung dan simpatisan memadati Jalan Veteran, Lingkungan Jaga 7, Desa Sea, pada Minggu (31/5/2026), dalam sebuah pertemuan yang digelar oleh tim pemenangan RJS yang dipimpin Hanny Watupongoh.

Meskipun undangan resmi yang disebarkan berjumlah sekitar 1.000 lembar — yang ditujukan bagi kandidat, tim pemenangan, dan tamu undangan — antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan. Ribuan warga berdatangan hingga membuat lokasi acara penuh sesak, bahkan banyak yang tidak sempat masuk ke dalam bangsal karena kapasitas yang sudah tidak mampu menampung jumlah peserta.

“Kami memperkirakan jumlah yang hadir mencapai 1.500 orang atau bahkan lebih. Lokasi sudah benar-benar tidak tertampung lagi, dan masih banyak pendukung yang ingin masuk namun terpaksa menunggu di luar karena terlalu padat,” ungkap Hanny Watupongoh.

Sementara itu, Ketua Tim Analisis Politik Refay Jopy Sasuwuk, Azis Pakaya, menyampaikan hasil kajian strategis dan perhitungan politik yang telah dilakukan timnya. Berdasarkan data dan pemetaan dukungan yang ada, posisi Refay Jopy Sasuwuk tetap kokoh di angka 55 persen suara sementara dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Angka ini bahkan diproyeksikan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Kami telah melakukan kajian mendalam dengan berbagai pertimbangan dan hitungan matang. Calon kami, Refay Jopy Sasuwuk nomor urut 4, posisinya tidak bergeser dari angka 55 persen. Bahkan ada gerakan besar masyarakat yang beralih mendukung dan merapat ke RJS, sehingga peluang kenaikan suara sangat terbuka lebar,” tegas Azis Pakaya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Tim Pemenangan RJS, Jolis Tongka, menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama proses pesta demokrasi di Desa Sea berlangsung hingga hari pemilihan nanti. Ia juga menyoroti keunikan persaingan di desa tersebut, di mana kelima kandidat yang maju dalam pemilihan memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain.

“Kondisi di Desa Sea ini unik, karena dari kelima calon Hukum Tua yang bertanding, semuanya memiliki ikatan keluarga. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk tetap mengedepankan nilai persaudaraan dan kerukunan, meskipun kita memiliki pilihan yang berbeda dalam kontestasi ini,” ujar Jolis Tongka.

banner 325x300
Penulis: Jhon PadeEditor: Winna Hutagaol