Aceh Tenggara, –
Tujuh bulan (7) pasca bencana Banjir dan tanah longsor menerjang, Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara, hingga kini nasip sejumlah korban banjir didaerah itu masih terkatung – katung., Selasa (23/6/2026).
Jack (45) Warga Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara mewakili warga lainnya mengatakan, hingga kini para korban banjir yang terdampak masih mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan para korban pascabencana. Perhatian dimaksud berupa bantuan jatah hidup (jadup) maupun Hunian Tetap (Huntap), dan peralatan rumah tangga, yang diharapkan masyarakat hingga saat ini belum terealisasi secara maksimal, Selasa, (23/6/2026).
“Kami menilai penanganan pascabencana seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna membantu warga kembali menjalani kehidupan secara normal. karena pasca musibah ini kami masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan tempat tinggal,” katanya.
Menurut Zek, di beberapa daerah lain yang juga terdampak bencana, bantuan jadup dan program Huntap bagi korban telah mulai direalisasikan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai progres penanganan korban banjir dan longsor didaerah mereka.
“Kami berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan nasib korban bencana. Sampai saat ini masih banyak warga yang menunggu kepastian bantuan jadup maupun Huntap,” ujarnya dengan nada kecewa.
Zek juga mendesak pemerintah daerah agar tidak lepas tangan terhadap persoalan yang dihadapi warganya. Mereka berharap adanya langkah nyata, transparansi, serta kepastian terkait program bantuan yang telah dijanjikan kepada korban terdampak banjir dan longsor.
Warga menilai bantuan pemerintah sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pascabencana, terutama untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami kesulitan ekonomi akibat musibah tersebut.
“Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari pemerintah daerah mengenai perkembangan realisasi bantuan jadup dan program rumah layak huni bagi korban banjir dan longsor. Warga berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan agar beban yang mereka rasakan sudah berjalan selama 7 bulan ini tidak semakin berat,” jelasnya mengakhiri.










