Antiran Panjang Di SPBU, Tokoh Masyarakat Desak APH Buka CCTV Di Setiap SPBU

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Pasca terjadinya musibah banjir dan banjir bandang di kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tenggara kini menjadi sorotan hangat dimata publik, dibalik musibah banjir ada sebuah keajaiban yang terjadi di Bumi Tanoh Alas Metuah ini, Sabtu (06/12).

Keajaiban itu sangat menjadi tontonan serius di mata publik bahkan manca negara, dimana tidak, sekira 1,5 kilometer sebelum sampai di SPBU yang ada di kabupaten Aceh Tenggara, banyak terlihat bermacam-macam bentuk mobil, Motor, Becak, yang berjejer di pinggir jalan raya, bahkan sebahagian masuk ke tengah jalan hingga menimbulkan kemacetan total.

Salah satu tokoh masyarakat kecamatan Lawe Alas “Safaruddin”, meminta dan mendesak Aprat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Aceh Tenggara, untuk membuka CCTV yang ada di setiap SPBU yang ada di kabupaten setempat,” jelasnya pada Jurnalis.Online, Sabtu (6/12), di warung kopi yang ada di kecamatan Lawe Alas.

Safaruddin menambahkan, “Kita berharap agar pihak Polres Agara dapat membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan tentang keberadaan BBM yang ada di setiap SPBU yang ada, Polres Agara diharapakan membentuk tim khusus buat menyelidiki BBM di SPBU, salah satunya silakan buka CCTV di setiap SPBU, agar asumsi-asumsi yang ada dipikirkan masyarakat saat ini bisa terbantahkan, jadi kalao BBM itu disalurkan sesuai dengan prosudure yang ada, nah jika ada pun para tengkulak dalam hal ini, semoga dapat ditindak tegas, agar jangan dijadikan musibah ini sebagai ladang memperkaya oknum sekelompok orang,” pungkasnya.

Lebih aneh lagi, SPBU setiap hari beroperasi, mulai pukul 07:00 Wib pagi hingga terkadang sampai siang hari, kabupaten Aceh Tenggara, memiliki 4 SPBU, Lawe Deski, kecamatan Babul Makmur, Kuning 1 (satu), kecamatan Bambel, Lawe kihing kecamatan Bambel, dan Kampung Melayu kecamatan Babussalam, ke 4 SPBU ini semua mengalami antri yang panjang, ini kan hal yang sangat mustahil dipikiran kita, sedangkan para pengencerpun masih tetap terlihat lancar menjual BBM, dan menjual dengan harga yang sangat pantastis, bahkan tembus per liternya Rp. 30.000, bener Syaripuddin lagi.

“Antri panjang untuk mendapatkan BBM dari SPBU ini sudah berjalan berkisar 5 harian, dari itu kami minta Polres Aceh Tenggara, dapat mengambil langkah yang tegas dalam hal ini, tolong kepada pihak kepolisian khususnya Polres Aceh Tenggara, silakan buka CCTV di setiap SPBU yang ada, mungkin dari situ bisa membuka tabir terkait BBM saat ini,” harapnya Syarifuddin.

 

banner 325x300
Penulis: Angah SelianEditor: Winna Hutagaol