Nias Selatan, –
Dentuman fondrahi dan prosesi orahu mengawali pembukaan Maniamolo Fest 2026 di Desa Adat Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Minggu (14/6/2026).
Festival budaya kebanggaan masyarakat Nias Selatan itu resmi dibuka oleh Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia didampingi Wakil Bupati Yusuf Nache, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 21 Juni mendatang.
Pembukaan festival dilakukan secara simbolis melalui pemukulan fondrahi bersama para tamu undangan, menghadirkan suasana sakral yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Nias Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Sokhiatulo Laia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Hilisimaetano, panitia pelaksana, komunitas budaya, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut.
Menurutnya, Maniamolo Fest bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nias Selatan kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
“Festival ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan, kecintaan terhadap budaya, dan komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Maniamolo Fest adalah panggung untuk menunjukkan bahwa budaya Nias Selatan tetap hidup, terpelihara, dan mampu berkembang tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Sokhiatulo.
Ia mengungkapkan rasa bangga karena Maniamolo Fest 2026 telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah pengakuan nasional yang menunjukkan bahwa budaya Nias Selatan memiliki nilai tinggi dan layak menjadi kebanggaan Indonesia.
Mengusung tema “Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan”, festival tahun ini dinilai memiliki makna strategis. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai luhur peninggalan leluhur sekaligus menjadikannya sebagai modal sosial dan budaya dalam membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun masa depan. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur dapat menjadi fondasi dalam menciptakan kemajuan daerah,” katanya.
Selama sepekan pelaksanaan festival, masyarakat dan wisatawan akan disuguhi beragam atraksi budaya khas Nias Selatan. Mulai dari tari Fa’orasa, Fadaya Harimao, perang teatrikal, atraksi lompat batu yang mendunia, hingga pameran budaya dan kegiatan ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
11 Cagar Budaya Direkomendasikan TACB, Wabup Nias Selatan Minta Pendataan Diperluas untuk pelestarian warisan sejarah.










