Kutacane, –
Pasca musibah banjir dan banjir bandang yang melanda kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (27/11/2025), masyarakat setempat sempat sulit mendapatkan Stok gas melon atau elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram sejak awal musibah banjir terjadi.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Kadisdagperinaker), Rahmad Fadli S. STP.,M.Si., pada Jum’at (5/12), menyampaikan pada warga masyarakat kabupaten Aceh Tenggara, “Dimana sejak hari ini, dipastikan untuk gas melon atau elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram sudah aman, jadi masyarakat yang menggunakan gas melon tak perlu resah atau cemas, karena kebutuhan gas elpiji di pasaran masih memadai.
Jadi, tak perlu ada upaya menyetok gas melon apalagi menimbun gas melon. Sebab, stok gas elpiji bersubsidi sudah aman di pasaran,” tegasnya.
Rahmad Fadli SSTP MSi, menyebutkan lebih lanjut, “untuk stok gas elpiji isi 3 kilogram kini kita nyatakan sudah mulai mudah didapatkan di pasaran.Hasil pemantauan kita sejauh ini, belum ada lonjakan harga dan kelangkaan gas elpiji bersubsidi.
Artinya, stok aman untuk masyarakat Aceh Tenggara,” beber Rahmad Fadli.
“Rahmad Fadli kembali menegaskan, kalau gas elpiji ada kelangkaan dan harga melambung di pasaran, karena dampak banjir bandang maka pihaknya akan secepatnya menggelar operasi pasar.
“Kita akan mengelar operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap gas melon,” ujarnya.
Masih kata Rahmad Fadli, stok gas elpiji bersubsidi jenis tabung melon hingga saat ini aman di Aceh Tenggara.
Dan masyarakat tak perlu gelisah, karena kebutuhan gas elpiji di Aceh Tenggara akan dapat terpenuhi. Apalagi, di Aceh Tenggara ada SPBE di Lawe Sekerah.
Dan, transportasi lalulintas dari Sumatera Utara menuju Aceh Tenggara aman. “Sehingga pasokan gas elpiji di Aceh Tenggara akan mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bumi sepakat segenap,” ucapnya sambil mengakhiri pembicaraannya.










