Aceh Tenggara, –
Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, Dahrinsyah minta Kajari Kutacane usut dana rutin BPJN tahun 2023 s/d 2025.
“Terpantau di sepanjang jalan Nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), begitu bertaburannya jalan terlihat berlubang, diantaranya di desa Pulo Latong, Kecamatan Babussalam, desa Biak Moli, Kecamatan Bambel, lebih parah lagi tepatnya di persimpangan lampu merah Kutacane,” jelas Dahrinsyah pada media ini, Senin (15/12).
“PPTK 35 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), harusnya tidak membiarkan hal tersebut, dampak dari jalan berlubang akan menyusahkan para pengguna jalan, hingga baru-baru ini ada pengguna jalan mengalami kecelakaan. Hal ini bila dibiarkan sepertinya dapat menimbulkan korban jiwa nantinya,” beber Dahrinsyah.
Menyikapi hal ini, Dahrinsyah mendesak pada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Provinsi Aceh Heri Yugiantoro, untuk secepatnya mencopot PPTK 35 BPJN (Jayadi Yuliadi), dari jabatannya. Besar dugaan kami bila hal ini tidak dilakukan Heri Yugiantoro, dampak pembiaran jalan berlubang tidak di perhatikan, akan dapat menimbulkan kecelakaan kedepannya nantinya.
Tidak sampai disitu, Dahrinsyah juga meminta agar Kejaksaan Negeri Kutacane, untuk dapat secepatnya melakukan penyelidikan terhadap dana rutin untuk BPJN sejak tahun 2023 s/d 2025, pantauan kami dana rutin untuk BPJN begitu besar bahkan hingga mencapai miliyaran rupiah per tahunnya, namun terkesan dana sebesar itu tidak ada terlihat hasil yang efektif terlihat di lapangan,” tegas Dahrinsyah.
“Mohon Kejari Kutacane untuk secepatnya mengusut tuntas terkait dana rutin BPJN, dari hasil pantauan kami, besar dugaan kalao dana rutin tidak diperuntukkan seperti apa yang diharapkan oleh pemerintah, terkesan hanya untuk memikirkan keuntungan pribadi tanpa harus memikirkan kualitas pengerjaan, hingga masih bertaburan jalan yang berlubang sepanjang jalan,” pungkasnya.
Dahrinsyah kembali menegaskan, “Terkait pembiaran terhadap jalan yang berlubang tanpa adanya perhatian dari pihak BPJN saat ini, kami Barisan Sepuluh Pemuda akan turun kejelan untuk melakukan orasi terkait hal ini. Dimana besar dugaan kami selama ini, PPTK 35 BPJN terkesan tutup mata dalam hal ini, hingga membiarkan jalan Nasional berlubang seperti kami rasakan saat ini,” tutupnya.
Tempat terpisah, PPTK 35 BPJN (Jayadi Yuliadi), hingga diterbitkannya berita ini belum bisa memberikan jawaban apapun saat awak media melakukan konfirmasi melalui via aplikasi WhatsApp.










