NIAS, –
Kondisi SD Negeri 078507 Ahedano, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, memprihatinkan. Sekolah tersebut masih mengalami kekurangan ruang kelas, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan dengan kondisi yang jauh. Selasa (17/3/2026).
Untuk keterbatasan ruangan, pihak sekolah menggunakan kain gorden sebagai pembatas antara kelas satu dan kelas dua, serta antar tingkatan kelas lainnya. Situasi ini dinilai sangat meng ganggu proses belajar mengajar, baik bagi guru maupun siswa.
Anggota DPRD Kabupaten Nias, Bobiwan Saputra Ndruru, mengungkapkan keprihatinannya saat meninjau langsung Di Lokas. Ia mempertanyakan efektivitas pembelajaran jika hanya dipisahkan dengan kain. “Saya memahami bagaimana guru-guru menyampaikan materi pelajaran di waktu yang bersamaan, sementara hanya dibatasi kain. Ini tentu sangat tidak efektif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak kondisi tersebut terhadap pemahaman siswa. Yang lebih memprihatinkan, apakah siswa dapat benar-benar memahami pelajaran yang disampaikan atau tidak.
Selain kekurangan ruang kelas, fasilitas di sekolah tersebut juga dinilai tidak layak. Toilet yang tersedia jauh dari standar kelayakan dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa yang masih rentan terhadap penyakit.
Bobi menyampaikan bahwa kondisi ini telah menjadi perhatiannya sejak tahun 2025 dan sudah disampaikan kepada dinas terkait. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Puji Tuhan, Pemerintah Daerah merespon baik aspirasi ini. Kita berharap ini menjadi skala prioritas dan segera ditindaklanjuti.
Lebih lanjut, ia juga berharap perhatian dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Nias yang masih banyak membutuhkan perbaikan.
Di akhir kunjungannya, Bobi menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Kepala Desa, Kepala Dusun II, serta tokoh masyarakat yang telah mendampingi dalam peninjauan kondisi sekolah tersebut.










