Aceh Tenggara, –
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tenggara, “drh. Karnodi Selian, M.Ma”, menggelar kegiatan Kebun B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang bebas dari penggunaan pestisida.
Kegiatan ini mulai dilaksanakan sejak 1 Mei 2026, bertepatan dengan masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tenggara.
Dalam pelaksanaan program tersebut, lahan yang tersedia dibagi menjadi lima bagian atau bedengan yang masing-masing memiliki penanggung jawab berbeda.
Pembagian tersebut meliputi satu bedengan untuk Kesekretariatan atau Umum, satu bedengan untuk Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, satu bedengan untuk Bidang Keamanan Pangan, satu bedengan untuk Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, serta satu bedengan untuk Bidang Konsumsi Pangan.
Menurut “drh. Karnodi Selian”, program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantor agar tidak menjadi semak belukar yang dapat merusak pemandangan dan terkesan kurang terawat. Selain itu, penanaman berbagai jenis sayuran juga merupakan salah satu upaya nyata dalam mendukung program Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tenggara melalui pengembangan Kebun B2SA.
“Dengan adanya kegiatan ini, lahan yang sebelumnya kosong dapat dimanfaatkan secara produktif, sekaligus menjadi contoh dalam mendukung penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Program Kebun B2SA diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang sehat dan ramah lingkungan. Dan bisa menjadi contoh bagi instansi – instansi lain yang ada lahan kosong di seputaran kantor dinas nya, juga bagi masyarakat umum untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun sayur-sayuran, dimana penanaman sayur ini tidak mesti di lahan atau tanah kosong tetapi bisa juga ditanami didalam pot atau polybag sebagia wadah penanaman nya, jelas Karnodi pada awak media Jurnalis.Online, pada Sabtu, (6/6/2026), saat ditemui ruang kerjanya.
“Handayani SE”, selaku Kepala Bidang (Kabid) ketersediaan dan kerawanan pangan di Dinas Pangan Aceh Tenggara, saat ditemui media ini dilokasi tanamanan, “Handayani” menjelaskan, untuk tanaman lebih kreatif dan hasil yang lebih higienis, bisa juga di lakukan penanaman secara hidroponik
Terlihat lebih indah, rapi dan hasil tanaman lebih sehat dan bersih karna media tanaman menggunakan air bukan tanah,” jelasnya.
Lebih lanjut, “Handayani” berharap, agar masyarakat mau menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah karna jelas lebih bersih dari kadar pestisida dari pada membeli sayuran yang datang dari luar kota yg belum tentu aman dari jenis pestisida yang tidak tampak dilihat dengan kasat mata, namun akan terdeteksi melalui pengujian alat teskid untuk kadar pestisida,” ungkap Handayani sambil mengakhiri pembicaraannya.










