Promosi Dan Atraksi  Strategi Genjot Pariwisata Toba

banner 120x600
banner 468x60

TOBA, –

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba terus melakukan upaya pengembangan dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan melalui atraksi dan promosi destinasi wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba,Rikardo Hutajulu menjelaskan minimnya promosi dan atraksi wisata sangat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Toba.

“Setelah kita analisa perihal wisatawan yang datang itu belum sesuai dengan harapan kita, pertama promosi objek wisata kita memang kurang maka sekarang kita benahi karena di promosi inilah kita sampaikan bagaimana keindahan objek wisata. Kedua, kita klasifikasi objek wisata, jangan semua kita tawarin agar setiap tahun bisa berganti,” kata Rikardo Hutajulu, Rabu (8/7/2026).

Klasifikasi objek wisata menjadi salah satu strategi yang perlu dilakukan guna konsentrasi pembenahan yang bermanfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Saat ini kita sudah klasifikasi objek wisata yakni, prioritas, unggulan dan rintisan. Objek wisata prioritas kita rencanakan 10 objek diantaranya Pakkodian, Desa Adat Meat dan juga Makam Sisingamangaraja yang akan direvitalisasi sebentar lagi. Ini dulu yang fokus kita benahi dan ditawarkan ke wisatawan selama 2 tahun ini.

Setelah 2 tahun maka yang unggulan kita tarik lagi menjadi prioritas sehingga wisatawan dapat menikmati yang baru lagi, itu dia strateginya,” lanjutnya.

Strategi lain yang digunakan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan melalui atraksi.

“Selanjutnya even, di Toba kan nyaris tidak ada. Objek wisata kita bagus dan ditambah dengan even maka wisatawan akan tertarik, contohnya lomba sepeda yang jalurnya melintasi objek wisata, ini juga bentuk promosi kita. Ini juga strategi kita yang akan kita laksanakan rencananya di P-APBD, salah satunya Tour de Toba yang lintasannya pinggiran Danau Toba.

Karena kita dinas kebudayaan, kita juga akan mengangkat budaya kita menjadi objek wisata juga yang sudah hampir punah, contohnya ‘Maranggir yang merupakan  kebiasaan budaya Batak yang sudah hilang. Hilang tapi tetap dilakukan. Pertunjukan Maranggir ini akan kita buat di objek wisata,” terang Rikardo.

Untuk menjangkau destinasi yang aman, nyaman dan efisien dari segi waktu, aksesibilitas turut menjadi aspek penting dalam pengembangan kepariwisataan Toba.

banner 325x300
Penulis: WnaEditor: Winna Hutagaol