OKU Selatan, —
Media Jurnalis.Online (JO) menemukan pola yang dinilai mencurigakan dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Buay Pemaca selama dua tahun terakhir. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun tim investigasi JO, mayoritas penerima bantuan pada rentang tahun 2024 hingga 2025 tercatat masuk dalam kategori “pemberian relaksasi”.
Data Tahun 2024: 100 Persen Masuk Jalur Relaksasi
Pada tahun 2024 tercatat rincian sebagai berikut:
– Total penerima bantuan: 13 siswa
– Total dana disalurkan: Rp19.800.000
– Seluruh penerima (100%) masuk jalur relaksasi
Sementara itu, untuk kategori pemberian normal maupun aktivasi nominasi jumlahnya nihil atau tidak ada sama sekali. Kondisi ini dinilai tidak lazim, mengingat jalur relaksasi seharusnya hanya diperuntukkan bagi kondisi tertentu saja — misalnya saat terjadi kendala administrasi atau keterlambatan aktivasi rekening penerima.
Data Tahun 2025: Nilai Dana Membengkak, Pola Sama Terulang
Memasuki tahun 2025, jumlah penerima bantuan meningkat tajam menjadi:
– Total penerima: 101 siswa
– Total dana disalurkan: Rp181.800.000
Namun, pola yang sama kembali terulang dan makin mencolok:
– Pemberian normal: hanya 9 siswa
– Aktivasi nominasi: 11 siswa
– Pemberian relaksasi: 81 siswa
Adapun total dana yang disalurkan lewat jalur relaksasi mencapai Rp145.800.000, atau lebih dari 80 persen dari keseluruhan dana yang dibagikan.
Dugaan Ketidakberesan Makin Kuat
Tim investigasi JO menilai dominasi penggunaan jalur relaksasi yang berlangsung dua tahun berturut-turut ini sangat patut dipertanyakan. Beberapa dugaan yang kini menjadi perhatian utama antara lain:
– Dugaan pencairan dana secara kolektif
– Dugaan rekening siswa dikuasai oleh pihak tertentu
– Dugaan terjadinya pemotongan jumlah dana bantuan
– Kemungkinan siswa tidak mengetahui nominal dana yang seharusnya diterima
Selain itu, tim juga akan terus menelusuri keabsahan data penerima, status keaktifan siswa di sekolah, hingga mekanisme pencairan yang diterapkan di lapangan.
“Jalur relaksasi memang diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Namun, jika hampir seluruh penerima masuk kategori tersebut selama dua tahun berturut-turut, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di mata publik,” ungkap tim investigasi JO.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMA Negeri 2 Buay Pemaca belum memberikan keterangan atau penjelasan resmi terkait fenomena dominasi pencairan lewat jalur relaksasi tersebut.
Media Jurnalis Online (JO) menegaskan bahwa proses investigasi akan terus dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial. Hal ini bertujuan memastikan penggunaan dana bantuan pendidikan yang bersumber dari uang negara dapat tepat sasaran, diserahkan secara utuh kepada siswa yang berhak, dan bebas dari segala bentuk dugaan penyimpangan.










